Siapapun kita pasti mempunyai seseorang kita suka secara diam-diam, dan
saat ingat orang itu....
kita merasa seperti sesak di dada,tapi kita terus menyukainya.
“rasa ini semakin tubuh besar sejak hari itu.” – Feriska Galivan Anandito
1 tahun lalu, SMU GIOVAN
Justin P.O.V
“Ah, lipgloss, apakah itu berarti kau mempunyai seorang yang kau sukai
?” suara itu masuk ke gendang telingaku saat ini, tiga orang gadis yang
memasuki gerbang sekolah.
“apa ?—tidak, aku tidak berpikir untuk jatuh cinta” jawab gadis
berambut panjang.
“ kenapa ? “ sahut gadis yang lain
“aa..aku tidak tahu bagaimana memulai-nya”
Gadis aneh pikirku.
Bel berdering menandakan waktu pelajaran dimulai,aku murid baru di
sini, sekolah yang menurutku sangat memuakan, tak ada haibara dengan tubuh
seksinya, elle dengan kakinya yang indah,
dan
“Siall,..”
“maaf “
Gadis ini,...
“ kushina ?!” dia menoleh “maaf,
sekali lagi aku minta maaf” suara-nya lembut tidak tidak sangat lembut, dia
berbalik meninggalkan ku dengan aku yang masih yang masih terpesona dengan,
tunggu dulu aku?terpesona? dengan nya ? big hell No, seorang Feriska Galivan Anandito tidak akan terpesona
dengan siapapun justru mereka yang akan terpesona dengan ku,hanya dengan satu
senyuman bisa membuat seluruh wanita bertekuk lutut kepada ku
“feris ?!” tak kusangka dia disini emily,yeah dia salah satu wanita
yang ngebet jadi pacarku, sungguh menyebalkan bukan.
“feris, ternyata ini benar kau? “ katanya sambil memamerkan senyum yang
ku rasa biasa saja. “ya,begitu lah,” desah ku,sungguh demi apapun malas sekali
bertemu dengan nya.
“kau sedang apa disini?” benar-benar gadis bodoh tidak tahu kah dia
jika aku memakai seragam maka bisa dipastikan aku akan bersekolah. Aku hanya
memutar mata jengah
“tunggu,tunggu, jangan bilang kau akan sekolah disini “ aku hanya
menganggukan kepala dia langsung histeris “ aaaaa, feris benarkah,benar kah?”
“tentu saja”
“aku harus kekelas minggir kau!” dengan cepat aku berlalu meninggalkan
gadis bodoh itu.
Tidak adakah yang lebih buruk dari ini.
Kelas pertama-ku , Biologi, sialL, ketika aku sampai didepan kelas,
ternyata sudah ada guru didalam nya.
“oh, kau murid baru itu,?” tanya guru botak itu, dan semua mata tertuju
kepadaku
“iya pak,saya Feriska,murid baru disini” kusunggingkan senyuman ku
kepada mereka, ada yang berbisik,dan ada pula yangmenjerit histeris, yeah
mereka terpesona Oleh ku.
“tenang-tenang!, baiklah kau boleh duduk,silahkan carilah tempat
kosong”
Mata ku mencari hingga yang kudapatkan adalah gadis yang itu, dan ada
tempat kosong didekatnya langsung saja aku duduk disana.
“Kushina,eh?”
Dia menoleh, “iya..” jawabnya
aku hanya tersenyum dan “ Feriska”
dan dia malah tersemnyum geli
“ada yang lucu?” tanyaku
“tidak.hanya saja,kau sudah mengatakan nya tadi, didepan kelas” sial
gadis ini,begitu ...
Ahh sial, sial
Dia tersenyum dan menggalihkan pandanganya kedepan lagi ke guru botak
yang menjelaskan tentang.. entahlah dia sangat manis kau tahu.
Tidak ada percakapan antara aku dan dia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar